Jumat, 17 Mei 2013

Hima TG Bhuwana feat. HAGI



            Interactive Course atau yang biasa disebut sebagai Kuliah Umum merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Hima TG Bhuwana. Kegiatan ini bisa berlangsung satu, dua kali, atau lebih setiap tahunnya. Sabtu, 20 April 2013 kemarin Hima TG Bhuwana dengan melakukan kerjasama oleh HAGI (Himpunan Ahli Geofisika Indonesia) akhirnya dapat melaksanakan Interactive Course atau yang dalam HAGI disebut juga sebagai HAGI Guest Lecture. HAGI merupakan salah satu partner dari Hima TG Bhuwana untuk melaksanakan acara seperti Kuliah Umum ini. Setidaknya HAGI selalu memberikan bantuan untuk Kuliah Umum satu kali setiap tahunnya. Dan ini tidak hanya untuk Teknik Geofisika Unila saja, tetapi seluruh Geofisika/Teknik Geofisika seluruh Indonesia.
            Acara Interactive Course yang telah dilaksanakan di Gedung L Fakultas Teknik kemarin bertemakan “Reservoir Geophysics” dengan pemateri Bapak Fatkhul Mu’in dari Pertamina UTC (Upstream Technology Center). Dengan dihadiri oleh Pembantu Dekan III Fakultas Teknik, Bapak Muh. Sarkowi, serta Kepala Jurusan Teknik Geofisika Unila sekaligus sebagai Koordinator Wilayah HAGI Lampung, Bapak Bagus Sapto Mulyatno, acara dimulai sejak pukul 08:00 WIB hingga pukul 14:00 WIB dan berlangsung dengan lancar. Dengan cara penyampaian materi yang dikemas dengan menarik oleh Bapak Mu’in acara berlangsung dengan menyenangkan dan sangat berbobot serta tentunya lebih “me-mahasiswakan” mahasiswa.
 
 
            Setelah berakhirnya acara inti kemudian dilanjutkan dengan pemberian plakat kepada Bapak Mu’in oleh Bapak Bagus. Tepuk-tangan yang meriah menggema di dalam ruangan basemen tersebut menandai berakhirnya acara Interactive Course atau Guest Lecture tersebut. Ini merupakan Guest Lecture pertama dari HAGI untuk Teknik Geofisika Unila pada tahun 2013, semoga dengan berjalannya waktu Hima TG Bhuwana dapat bekerjasama kembali dengan HAGI untuk dapat melaksanakan Guest Lecture selanjutnya setidaknya tiga kali untuk tahun ini. (Beriyan)

Kamis, 16 Mei 2013

Bentuk Pengabdian TG Bhuwana kepada Masyarakat



            Jumat siang (5 April 2013) sekitar pukul 14:00 WIB setelah waktu Sholat Jumat selesai terlihat keramaian yang tidak biasa di Gedung L Fakultas Teknik. Beberapa mahasiswa sibuk menyiapkan barang-barang dengan tas ransel besar di pundaknya. Pada hari tersebut merupakan hari keberangkatan Hima TG Bhuwana menuju Desa Penyandingan, Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus, Lampung. Sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat, maka Hima TG Bhuwana akan melaksanakan Pengmas (Pengabdian Masyarakat) di desa tersebut. Pengmas kali ini merupakan kegiatan yang perdana yang dilakukan oleh Hima TG Bhuwana. Di sini, mahasiswa dituntut untuk mengabdikan ilmu-ilmunya yang diperoleh selama belajar di dalam kelas kepada masyarakat.
Siang itu sebuah truk telah menunggu di halaman parkir Gedung L FT untuk kemudian digunakan sebagai media transportasi. Truk? Kenapa sebuah truk yang digunakan? Mengingat medan yang begitu sulit untuk mencapai desa tersebut, maka satu-satunya media transportasi yang dapat digunakan untuk bisa mengangkut orang banyak ke sana adalah dengan menggunakan truk.
Akhirnya setelah semuanya sudah dipersiapkan, pukul 15:00 WIB sekitar 24 mahasiswa berangkat menuju Kelumbayan. Perjalanan dari Unila hingga Desa Kelumbayan ditempuh lebih dari 6 jam. Hal ini dikarenakan truk yang dikendarai sempat salah jalan sehingga harus memutar balik. Hingga akhirnya sekitar pukul 21:30 WIB rombongan Hima TG Bhuwana memasuki Desa Penyandingan, Kelumbayan. Rombongan pun langsung disambut oleh Kepala Pekon (Kepala Desa) dan Carik (Sekretaris Desa) Desa Penyandingan, Kelumbayan. Setelah sedikit berbincang-bincang dan mendapat sambutan yang hangat dari warga, kemudian para rombongan dipersilahkan untuk istirahat. 
Keesokan harinya (Sabtu, 6 April 2013) rombongan dibagi menjadi dua tim untuk melaksanakan tugas masing-masing. Tim pertama dikirim ke sekolah-sekolah yang ada di Desa Penyandingan untuk memberikan pengetahuan dini tentang bahaya bencana alam dan tim kedua bertugas untuk membuat Jalur Evakuasi Tsunami untuk daerah pinggir pantai. Sekitar pukul 16:00 WIB kedua tim kembali dan mulai mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara malam, yaitu Presentasi Mitigasi untuk Masyarakat Umum yang akan diselenggarakan di Balai Pekon. Namun, sejak magrib waktu setempat hujan turun membasahi Desa Penyandingan. Acara yang direncanakan dimulai ba’da Isya pun harus ditunda karena hujan yang cukup lebat. Tetapi, pukul 21:00 WIB hujan mulai mereda dan warga mulai berdatangan. Dan akhirnya acara pun dapat dilangsungkan. Walaupun hari sudah terhitung malam tapi tetap tidak mengurangi animo masyarakat untuk hadir dan mengikuti acara. Dengan pemahaman yang tergolong “baru”, pertanyaan-pertanyaan pun ditanyakan oleh mereka. Dari pertanyaan yang sederhana, mendetail, bahkan yang tidak berhubungan pun ada. Tetapi, tim penjawab tetap mencoba menjawab dan menjelaskan dengan baik.
Hari ke-3 merupakan hari terakhir rombongan Hima TG Bhuwana di Desa Penyandingan. Acara terakhir yang dilakukan pada hari ini adalah penjelasan tentang Jalur Evakuasi Tsunami yang telah dibuat pada hari sebelumnya. Hal ini dilakukan agar para warga tidak panik dan bingung bila bencana tsunami datang. Sesudah acara tersebut selesai, maka rombongan pun meminta izin untuk pulang. Setelah memberikan plakat dan berfoto bersama rombongan pun langsung naik ke truk untuk kembali ke Unila. Lambaian tangan para warga dan anak-anak mengiringi kepulangan rombongan dari desa yang damai tersebut.
Meskipun ada sedikit kendala di perjalanan pulang, akhirnya rombongan bisa sampai di Unila dengan selamat pukul 19:00 WIB. Lelah itu pasti, terlihat dari wajah-wajah mereka yang sudah mulai lesu. Tetapi, rasa bahagia dan bangga menutupi itu semua. Senyuman dan lambaian tangan warga Penyandingan merupakan bukti bahwa kelelahan mereka selama beberapa hari tersebut terbayar dengan respon positif dari warga dan niat mengabdi yang tulus untuk warga. (Beriyan)

Senin, 25 Maret 2013

Wisudawan (Baru) Teknik Geofisika Unila



Rabu (20/03/13), sejak pagi hari mulai terlihat keramaian di sekitaran Universitas Lampung. Motor dan mobil berbaris sepanjang Jalan Soekarno-Hatta menuju pintu masuk Gerbang Belakang Unila. Begitupun dari arah Jalan ZA Pagar Alam yang menuju Gerbang Utama Unila. Tak ayal, kemacetan pun terjadi dari kedua arah tersebut menuju Universitas Lampung. Begitu padatnya lalu lintas disebabkan oleh banyaknya kendaraan yang mencoba masuk menuju Gedung Serba Guna (GSG) Unila yang menyelenggarakan acara Wisuda Universitas Lampung.
Acara Wisuda ini merupakan acara Wisuda pertama yang diselenggarakan Universitas Lampung di tahun 2013 ini. Semua Jurusan dari masing-masing Fakultas begitu antusias untuk ikut merayakan acara ini, termasuk Jurusan Teknik Geofisika. Di dalam GSG terasa begitu riuhnya acara untuk para wisudawan yang baru saja mendapatkan gelar barunya tersebut, namun di luar GSG pun tak kalah riuhnya. Nyanyian-nyanyian perayaan penuh semangat untuk para wisudawan silih berganti terdengar dari luar GSG. Sekitar pukul 11.30 WIB para wisudawan telah selesai melaksanakan pengukuhan dirinya sebagai seorang sarjana di dalam GSG. Sementara itu, para sahabat dan adik-adik tingkat telah menunggu di luar GSG untuk ikut merayakan kesuksesan tertinggi mereka sebagai mahasiswa.
 
Pada acara wisuda hari ini ada lima orang diantaranya yang berasal dari Jurusan Teknik Geofisika, mereka adalah Benediktus Banu Ardi Laksana (TG’07), Fajrin Maulana (TG’07), Lucy Winda Sari (TG’08), Ristika Wulandari (TG’08), dan Aldo Noviardo (TG’08). Setelah mereka di-arak dari GSG menuju ke Gedung L Fakultas Teknik, acara kembali dilanjutkan khusus untuk para wisudawan Teknik Geofisika. Acara yang turut mengundang Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., ini berlangsung setelah para wisudawan tiba di Gedung L FT. Acara dilaksanakan dengan pemberian sambutan oleh Ibu Dekan serta Sekretaris Jurusan, Ahmad Zainuddin, kepada para hadirin. Para wisudawan pun yang diwakilkan oleh Benediktus Banu memberikan sepatah dua patah kata untuk para adik-adik tingkat, sahabat, keluarga, dan untuk para wisudawan sendiri. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Bapak Ahmad Zainudin dan diserahkan kepada Benediktus Banu.
Akhirnya acara kecil-kecilan tersebut pun usai. Foto-foto bersama para wisudawan pun dilakukan untuk masing-masing angkatan. Kini para wisudawan tersebut telah resmi memiliki gelar S.T. (Sarjana Teknik) di belakang nama mereka. Kehidupan nyata telah siap menanti untuk dapat menjadi yang lebih baik lagi ke depannya. Dan semoga kalian dapat segera membanggakan keluarga, sahabat, Teknik Geofisika Unila, dan yang lebih penting Bangsa Indonesia yang masih belum sepenuhnya merdeka ini. (Beriyan)

Senin, 11 Maret 2013

Format Laporan Praktikum Perpetaan

Untuk format Laporan Praktikum Perpetaan bisa diunduh saat ini,
klik di sini untuk mengunduh


Sukses ya buat Praktikumnya :D

Senin, 18 Februari 2013

Apa Kabar TG Unila di IUGC 2013?



            Setelah berlangsung selama 4 hari, akhirnya event IUGC (Indonesian Undergraduate Geophysics Competition) 2013 berakhir Jumat (8 Februari 2013) minggu kemarin. Event dwi-tahunan yang diselenggarakan oleh Hima TG Terra ITB sejak tahun 2011 tersebut merupakan salah satu event terbesar berskala Nasional dibidang geofisika. Untuk tahun ini sendiri kompetisi yang akan diperlombakan dibagi atas tiga kategori, yaitu; Geophysical Data Interpretation, Geophysical Survey Design, dan Geophysical Software Challenge. Ketiga kategori tersebut merupakan contoh basic yang harus dimiliki oleh seorang geofisikawan.
            Pada tahun ini IUGC memiliki Juara Umum baru, dimana Geofisika UGM (Universitas Gajah Mada) gagal mempertahankan title-nya sebagai juara bertahan dua tahun sebelumnya setelah hanya berada di posisi ke-2 perolehan nilai keseluruhan. Adalah Teknik Geofisika UPN (Universitas Pembangunan Nasional) “Veteran” Yogyakarta yang tahun ini telah merebut Juara Umum IUGC 2013 dan menyisihkan 10 tim lainnya. UPN berhasil membawa Piala Bergilir IUGC 2013 setelah memenangkan dua kategori kompetisi, yaitu Geophysical Data Interpretation dan Geophysical Survey Design.
            Sementara itu untuk Teknik Geofisika Unila hanya berada di posisi ke-3 perolehan nilai keseluruhan. TG Unila berhasil menduduki peringkat ke-2 pada kategori Geophysical Survey Design dan peringkat ke-3 pada kategori Geophysical Software Challenge. Namun sayang, TG Unila tidak berhasil masuk ke dalam tiga besar dalam kategori Geophysical Data Interpretation.
            Itulah prestasi terbaik TG Unila pada IUGC 2013 setelah pada tahun 2011 hanya berada pada peringkat ke-6. Berada di peringkat ke-3 Nasional sudah merupakan suatu kebanggaan bagi Teknik Geofisika Unila mengingat umurnya yang masih sangat muda – dibentuk sebagai Prodi Geofisika tahun 2007 dan menjadi Teknik Geofisika pada tahun 2009. Namun, bukan berarti kita sudah merasa puas dengan prestasi tersebut. Masih banyak PR yang harus dikerjakan untuk dapat membawa Teknik Geofisika Unila menjadi lebih baik lagi. Kemampuan harus lebih ditingkatkan dan tak lupa juga soft-skill yang mumpuni untuk menjadi geofisikawan yang mampu bersaing di pentas Nasional maupun Dunia. Teknik Geofisika Unila.. Jaya!!! (Beriyan)

Berikut adalah hasil dari IUGC 2013.

Juara Umum IUGC 2013:
1.      UPN

Geophysical Data Interpretation:
1.      UPN
2.      Unpad
3.      UGM

Geophysical Survey Design:
1.      UPN
2.      Unila
3.      UI

Geophysical Software Challenge:
1.      UGM
2.      ITB
3.      Unila

Jumat, 01 Februari 2013

IUGC 2013 Menanti



Kompetisi geofisika dwi-tahunan yang diselenggarakan oleh HIMA TG TERRA ITB kembali dilaksanakan pada tahun ini. Kompetisi berskala nasional dengan nama Indonesian Undergraduate Geophysics Competition 2013 atau yang disingkat sebagai IUGC 2013 ini akan dilaksanakan di Kampus ITB, Bandung pada tanggal 5 – 8 Februari 2013 mendatang. Event ini merupakan salah satu event terbesar di dunia geofisika nasional khususnya dalam bidang akademik (Undergraduate Geophysics). Acara yang telah dilaksanakan pertama kali sejak tahun 2011 ini kini diikuti oleh beberapa universitas dan institut di Indonesia yang memiliki Jurusan Teknik Geofisika atau Prodi Geofisika, seperti; ITB, ITS, UGM, UI, Undip, Unhas, Unbraw, Unila, Unpad, UPI, dan UPN. Dimana untuk setiap universitas dan institut yang mengikuti kompetisi tersebut akan mengirimkan masing-masing satu timnya sebagai peserta.
 Pada tahun ini kompetisi yang akan diperlombakan dibagi atas tiga kategori, yaitu; Geophysical Data Interpretation, Geophysical Survey Design, dan Geophysical Software Challenge. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa setiap universitas dan institut diwajibkan untuk mengirim satu timnya sebagai peserta yang terdiri atas 3 orang untuk Geophysical Data Interpretation, 2 orang untuk Geophysical Survey Design, dan 1 orang untuk Geophysical Software Challenge.
Untuk Teknik Geofisika Universitas Lampung (Unila) sendiri telah dipastikan akan mengikuti event tersebut. Hubungan yang baik antara HIMA TG TERRA ITB dengan HIMA TG BHUWANA Unila turut memperlancar komunikasi di antara kedua kampus ini untuk membahas event IUGC 2013. Akhirnya terbentuklah satu tim yang akan mewakili Unila dalam event IUGC 2013 tersebut. Tim yang beranggotakan 6 orang tersebut terdiri dari Alhada Farduwin (TG ’08), Annisa Mutiara Badri (TG ’10), dan Beriyan Adeam (TG ’10) untuk kategori Geophysical Data Interpretation; Anis Kurnia Dewi (TG ’10) dan Diantoro Deka Saputra (TG ’09) untuk kategori Geophysical Survey Design; serta Taufiq (TG ’10) untuk kategori Geophysical Software Challenge.
Harapan kini ada di pundak mereka untuk dapat mengharumkan nama Teknik Geofisika Unila dalam event berskala nasional tersebut. Doa kami mengiringi Tim IUGC 2013 Unila untuk dapat berbicara banyak di event tersebut. Selamat berjuang dan semoga sukses! (Beriyan)
HIMA TG Bhuwana

geofisikaunila.blogspot.com pindah ke himatg.eng.unila.ac.id