Rabu, 14 Januari 2015

Artikel Energy Alternatif Sinar Matahari


Satu Langkah Maju Riset Untuk Mengubah Sinar Matahari Menjadi Bahan Bakar 

Analisis Hamburan Neutron yang dilakukan Oak Ridge National Laboratory mengungkapkan adanya struktur pipih dari bahan penghasil hidrogen, komposit biohybrid dibentuk oleh protein pemanenan cahaya dengan polimer. 
Hidrogen yang diyakini akan menjadi bahan bakar masa depan, hingga kini masih menghadapi tantangan dalam produksinya. Hidrogen komersial yang saat ini banyak dipasarkan dibuat dari bahan bakar fosil dan menyerap energi yang besar dalam prosesnya.
Berbagai riset telah dilakukan untuk menemukan metode yang tepat dan efisien, seperti proses fotosintesa pada tanaman. Salah satunya adalah riset yang dilakukan Oak Ridge National Laboratory (ORNL), sebuah lembaga riset di bawah wewenang departemen energi AS.

Satu langkah maju telah dicapai laboratorium tersebut dengan sistem konversi cahaya biohybrid (biohybrid photoconversion system) yang menggabungkan protein pada tanaman yang bertugas melakukan fotosintesa dengan polimer sintetis.
Dalam risetnya, ilmuwan-ilmuwan di ORNL menggunakan metode analisa hamburan neutron dengan sudut kecil dan mendapati protein yang bertugas melakukan fotosintesa tersebut atau yang dikenal dengan light harvesting complex II (LHC-II) dapat menggabungkan dirinya dengan polimer menjadi sebuah struktur membran sintetis dan menghasilkan hidrogen.

Kemampuan yang dimiliki LHC-II tersebut yang menjaga struktur membran fotosintesa tersebut menjadi penting bagi pengembangan sistem konversi cahaya biohybrid, yang di dalamnya bisa terdiri dari permukaan yang luas, panel pengumpul cahaya yang jika menggunakan kombinasi protein dan katalis seperti platina dapat mengubah sinar matahari menjadi hidrogen sebagai bahan bakar.




Meski LHC-II yang pada tanaman bertugas sebagai pengumpul sinar matahari, menyerapnya dan kemudian memindahkannya ke sebuah pusat reaksi fotosintesa untuk memaksimalkan hasilnya, para ilmuwan itu juga mendapati bahwa LHC-II juga bisa melakukan reaksi perpindahan elektron. Kemampuan tersebut menunjukkan LHC-II juga bisa memperbaiki sistem yang ada jika mengalami penurunan kinerja. 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
HIMA TG Bhuwana

geofisikaunila.blogspot.com pindah ke himatg.eng.unila.ac.id