Rabu, 11 Juni 2014

Artikel Migas

Sejarah dan Perkembangan Metode Explorasi Minyak Bumi di dunia??


Di dalam sejarah manusia, minyak bumi pertama kali ditemukan atau dikenal orang di Timur Tengah, di Iran atau Mesopotamia, minyak bumi mula-mula dikenal sebagai rembasan dari sumber yang terdapat dipermukaan bumi.

Menjelang abad ke-20 atau sekitar 50 tahun setelah penemuan sumber minyak pertama di Amerika Serikat. Pada tahun 1912, Para ahli geologi mulai melakukan pemetaan singkapan untuk pemboran. Kemudian pada tahun 1920, para ahli geologi memulai metode explorasi bawah permukaan, paleontologi terutama mikropaleontologi digunakan untuk mencari korelasi lapisan beberapa sumur Pada tahun 1921,  metode pemboran putar (rotary-drilling) pertama kali di lapangan minyak Spindletop di Texas. Pada awal tahun 20-an cara ini merupakan metode utama pemboran sumur yang menjangkau 1500-2000 meter dibawah permukaan bumi.

Perkembangan paling penting dalam pencarian minyak bumi adalah ditemukannya berbagai Metode Geofisika, yang oleh industry minyak Amerika mulai dipergunakan pada pertengahan tahun duapuluhan. Metode yang pertama kali adalah metode seismik refraksi yang dikembangkan oleh beberapa ahli jerman pada tahun 1923 du New Mexico untuk memetakan suatu patahan (zona patahan), tanpa memberikan hasil. Setelah dilakukan perbaikan berhasillah mereka melokalisir suatu kubah garam yang pertama di daerah Gulf-Coast pada tahun 1924. Setelah itu ditemukan juga banyak kubah lainnya dalam waktu yang sangat pendek.







Eksperimen seismik pertama kali dilakukan oleh Robert Mallet pada tahun 1845, sehingga di di juluki sebagai Bapak Seismologi. Dia mengukur waktu transmisi gelombang seismik berupa gelombang permukaan yang dibangkitkan dari ledakan. Penerapan untuk eksplorasi minyak dilaksanakan di tahun 1920an, sedangkan demonstrasinya di Oklahoma tahun 1921. Dalam perkembangannya, dikenal dua jenis seismik, yaitu seismik pantul (reflection) dan seismik bias (refraction). Pada waktu 1929 metode seismik refleksi dikembangkan oleh para ahli Amerika. Ternyata kedalaman tegak yang dapat dijangkau dengan cara ini dapat mencapai ribuan kaki. Penggunaan cara ini memberikan hasil yang sangat menakjubkan.

Pada tahun 1923, bersamaan  waktunya dengan dimasukkannya cara seismic refraksi (bias), suatu prinsip pencarian minyak bumi yang diimpor dari Eropa ke Eropa, yaitu Metode Gravitasi.






Pada tahun 1890. Ternyata yang digunakan yaitu neraca puntir (Torsion Balance), suatu penemuan Hongaria pada tahun 1890. Ternyata metode ini juga memberikan hasil yang besar dalam pencarian kubah garam di daerah Gulf-Coast, tapi kurang berhasil untuk daerah pegunungan. Gravimeter jenis lainnya dikembangkan di berbagai laboratorium Amerika menjadi suatu alat yang cukup baik dan masih dipergunakan dewasa ini.
Juga permulaan tahun duapuluhan Metode Magnetik  dikembangkan.
Metode tersebut ditemukan dan dikembangkan di Jerman ternyata merupakan metode yang sangat baik.

Pada tahun 1950 pertama kali helikopter dipergunakan untuk menunjang explorasi seismik di Irian Jaya. Pada tahun 1958 pertama kali dilakukan pemboran dan penggunaan helicopter sebagai alat angkut, juga di Irian Jaya, pada pemboran sumur Wapili di Pulau Salawati. Pada tahun 1960 dimulai eksplorasi seismic secara besar-besaran di lepas pantai. Dalam tahun 60-an terjadi kemajuan luar biasa dalam penggunaan metode seismic. Pita rekaman mulai digunakan untuk pencatatan. Metode pengolahan data seismik secara elektronik juga telah menggunakan computer. Menjelang akhir tahun 60-an dikembangkan pula cara yang dinamakan penginderaan jauh (remote sensing).

Referensi :
Makharani.(2012), “Geologi Minyak dan Gas Bumi”, Universitas Hasanudin, Makasar.
Lemigas. (2012), “Batuan Inti Penyimpan Minyak dan Gas Bumi”, Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi, Jakarta.

Sandler, P.L.(1982), ”The Petroleum Programme, English for the Oil Industry”, PT. Gramedia, Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
HIMA TG Bhuwana

geofisikaunila.blogspot.com pindah ke himatg.eng.unila.ac.id