Kamis, 23 April 2015

Artikel Parameter Seismik


Parameter Akusisi Seismik Refleksi

1. Offset terjauh (far offset) dan offset terdekat (near offset)
Offset terjauh (Far offset)
Offset terjauh berhubungan dengan kedalaman target yang kita inginkan, semakin dalam target yang kita inginkan semakin panjang channel/ bentangan geophone yang dibutuhkan. Contoh: bentangan geophone 330 channel aktif off end, 240 channel aktif, 120 channel aktif. Bila jarak antara geophone 25 meter, jarak shot point 50 meter. Dapat diketahui bahwa panjang array geophone dengan 330 channel aktif adalah 330 x 25 meter = 8250 meter. Artinya kedalaman target refleksi yang diinginkan adalah array geophone or bentangan geophone/2 = 8250/2 =4125 meter.
Offset terdekat (Near offset)
Offset terdekat berhubungan dengan jarak terdangkal yang dinginkan. Contoh jarak terdangkal yang diinginkan adalah 12.5 meter.











2.Group interval
Group interval adalah Jarak antara satu kelompok geophone terhadap kelompok geophonen yang berikutnya.Satu group geophone memberikan satu trace yang merupakan hasil stack atau superposisi dari beberapa geophone yang ada dalam kelompok tersebut.








3.Ukuran dan kedalaman sumber (charge size/depth)
Ukuran sumber merupakan ukuran energi yang dilepaskan oleh sumber seismik. Ukuran dinamit dinyatakan oleh massanya, sedangkan air gun atau water gun dinyatakan oleh tekanannya.Ukuran sumber yang terlalu kecil, tidak mampu mencapai target yang dalam, sedangkan ukuran sumber yang terlalu besar dapat merusak data dan sekaligus meningkatkan noise.Dalam pelaksanaannya diperlukan ukuran yang optimal melalui test charge.



4.Kelipatan liputan (fold coverage)
elipatan liputan adalah jumlah atau seringnya suatu titik di subsurface terekam oleh geophone di permukaan.Semakin besar jumlah foldnya, kualitas datanya semakin baik.Besarnya fold dapat dihitung dengan rumus :




5.Laju pencuplikan (sampling rate)
Laju pencuplikan akan menentukan batas frekuensi maksimum yang masih dapat direkam dan direkonstruksi dengan benar sebagai data.Batas frekuensi maksimum ini disebut frekuensi Nyquist.Hubungan laju pencuplikan ( ) dengan frekuensi Nyquist ( ) dinyatakan oleh persamaan : Frekuensi yang lebih besar dari frekuensi Nyquist akan direkam dan direkonstruksi menjadi sinyal yang berfrekuensi lebih rendah, hal ini sering disebut aliasing.Dalam survey seismik, biasanya sinyal frekuensi tinggi direkam dengan laju pencuplikan 2 ms atau 1 ms.



6.Tapis potong rendah (low cut filter)
Merupakan tapis / filter yang dipasang pada instrumen perekaman untuk memotong atau menurunkan amplitudo frekuensi gelombang yang rendah.Misalkan untuk memotong frekuensi gelombang yang kurang dari 5,3 Hz dengan laju penurunan 18 dB/oct.




7.Frekuensi geophone
Adalah watak geophone dalam merespon suatu gelombang seismik.Suatu geophone mampu merekam gelombang seismik sampai batas frekuensi rendah tertentu yang pada umumnya (7 – 28) Hz untuk refleksi dan 4,5 Hz refraksi, sedangkan untuk frekuensi tinggi biasanya cukup besar (200 Hz).Responsibilitas geophone ini disebabkan oleh adanya faktor peredaman (dumping) dari gerakan massa terhadap coil di dalam geophone.




8.Panjang rekaman (record length)
Panjang rekaman adalah lamanya merekam gelombang seismik yang ditentukan oleh kedalaman target. Apabila targetnya dalam, maka diperlukan lama perekaman yang cukup agar gelombang masuk kedalam setelah terpantul kembali dapat direkam di permukaan.Minimal 1 detik dari target, namun pada umumnya ± 2 kali kedalaman target (dalam waktu).





9.Rangkaian geophone (geophone array)
Rangkaian geophone adalah sekumpulan geophone yang disusun sedemikian rupa sehingga noise yang berupa gelombang horisontal (ground roll, air blast), dapat ditekan sekecil mungkin.Kemampuan menekan noise oleh susunan geophone tersebut bergantung pada jarak antar geophone, panjang gelombang noise, dan konfigurasi susunannya.






10.Larikan bentang geophone (geophone spread)
Bentang geophone menentukan informasi kedalaman rambatan gelombang, nilai kelipatan liputan, dan alternatif sistem penembakan pada daerah-daerah sulit, seperti lintasan menyeberangi sungai lebar.Bentuk konfigurasi bentangan yang sering digunakan adalah OffEnd (End on)-spread, Splits-pread, dan modifikasinya


11.Panjang dan arah lintasan




Panjang lintasan ditentukan berdasarkan pertimbangan luas sebaran atau panjang target di subsurface terhadap panjang lintasan survey di surface.Panjang lintasan survey di permukaan lebih panjang daripada panjang target yang dikehendaki,


12.Arah lintasan
Ditentukan berdasarkan informasi studi pendahuluan mengenai target.Survey akan dilakukan pada arah memotong atau membujur atau sembarang terhadap orientasi target.Pada arah dip atau strike, up dip atau down dip dan pertimbangan lainnya.


13.Spasi antar lintasan
Penentuan spasi antar lintasan melibatkan pertimbangan teknis dan ekonomis.Dari segi teknis akan dilihat pada kepentingan survey, yaitu untuk studi pendahuluan, pengembangan, atau data pelengkap saja.Dari segi ekonomis menyangkut besarnya dana yang tersedia. Semakin rapat akan semakin mahal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
HIMA TG Bhuwana

geofisikaunila.blogspot.com pindah ke himatg.eng.unila.ac.id