Rabu, 02 Januari 2013

Resume PLG 2012 (Kelompok GPR)



Nama Kelompok       : GPR (Ground Position Radar)
Anggota          : Arianto Fetrus Silalahi
  Elen Novia limswipin
  Jordy Carlingga Reno
  Virgian Rahmanda
  Zulhijri Arohman

Tanggal  : 25 November 2012
Tempat   : Pertambangan biji besi,Lematang


Hari minggu tanggal 25 November 2012 kami berkumpul di gedung Teknik Geofisika untuk melakukan Pengenalan Lingkungan Geologi. Kami berkumpul jam 7 dan berangkat jam 8. Lalu kami berangkat dan tiba di lokasi pertama yaitu di Pertambangan Bijih Besi, Lematang. Di Pertambangan kami melihat hamparan gunung batu dan pasir yang luas. Lalu kami diajarakan mengenai cara membedakan batuan biasa dengan batuan yang mengandung bijih besi dengan cara :
1.      Dengan menempelkan magnet pada batuan, apabila magnet tersebut menempel pada magnet maka batuan tersebut pasti mempunyai unsur Fe (besi). Akan tetapi ada pula batuan yang mengandung kadar Fe yang rendah sehingga membuat magnet tidak menempel.
2.      Mengangkat batuan yang akan kita amati dan bandingkan bobotnya. Apabila bobotnya lebih besar dibandingkan dengan volumenya maka batuan tersebut pasti mepunyai kandungan logam yang cukup tinggi.
3.      Warna, apabila warna batuan semakin hitam maka batuan tersebut pasti mempunyai unsur logam yang cukup banyak.

Biasanya batuan seperti ini bentuknya adalah boulder dan intrusi. Boulder adalah bentuk batuan yang bulat akibat keluarnya magma dari dalam perut bumi yang langsung terlempar keluar dan mendingin. Selanjutnya ada pula bentuk intrusi, intrusi adalah batuan yang membeku dibawah permukaan bumi yang membeku secara perlahan-lahan dan bentuknya cenderung seperti batangan. Di Pertambangan ini pula kami dapat mengetahui bahwa ada suatu tahapan dalam menentukan lokasi pertambangan bijih besi, yaitu:
1.      Metode Magnetik
Adalah metode yang mengukur variasi intensitas medan magnetik pada posisi yang berbeda. Biasanya sifat-sifat fisika yang terlibat adalah suseptibilitas atau remanen magnetik.
2.      Geolistrik
Adalah salah satu metode geofisika yang mengukur struktur bawah permukaan dangkal berdasarkan tingkat perbedaan resistivitas batuannya.
3.      Coring
Pengeboran biasa di pertambangan minyak biasanya disebut drilling akan tetapi pada pertambangan logam sering disebut coring.

Kami pun dapat mengetahui bahwa setiap pertambangan biji besi tidak akan mungkin kandungan besinya sampai 100%,paling tinggi kadarnya disuatu pertambangan adlah 60-80%. Karena apabila sudah di pabrik barang mentah tersebut akan dicampurkan bersama dengan unsur lainnya hingga mencapai kadar100%. Dan pertambangan juga terdapat alat yang untuk memisahkan bji besi dengan silica lainnya dengan memanfaatkan sifat kemagnetan.

Tanggal  : 25 November 2012
Tempat   : Granit Indah, Desa Tanjung Sari,
                 Kecamatan Purwodadi

Setelah kami melakukan Pengenalan Lingkungan Geologi ke pertambangan bijih besi kami melanjutkan perjalanan ke Taman Granit Indah. Dahulu tempat ini adalah sarana umum yaitu tempat wisata, tutup dan terbengkalai yang tidak dikathui apa penyebabnya. Di tempat ini kami mellihat hamparan batu granit di mana-mana. Kemunculan batu granit ini adalah suatu kenampakan batuan akibat adanya proses geologi atau sering kita sebut dengan singkapan. Batu granit tergolong batuan beku . Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma yang membeku baik dibawah permukaan bumi maupun diatas permukaan bumi. Batuan granit ditempat ini termasuk batuan intrusif atau terbentuknya di bawah permukaan bumi. Batuan ini muncul ke permukaan akibat adanya suhu, cuaca, air, dan lingkungan sekitar yang membuat batuan ini terlihat muncul keatas permukaan. Batuan granit pembentuk utamanya adalah kuarsa yang berwarna putih atau coklat. Itu lah yang saya dapatkan dari Pengenalan Lingkungan Geologi (PLG). (Kelompok GPR 2012 – corrected by Saintek)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
HIMA TG Bhuwana

geofisikaunila.blogspot.com pindah ke himatg.eng.unila.ac.id